Penelitian dr. Scott Lear dari Kanada bersama lima rekannya terhadap 800 orang lebih penduduk Kanada yang terdiri dari berbagai etnis (Aborigin, Cina, Eropa dan Asia Selatan) adalah mengukur massa lemak dan distribusi lemak tubuh dari 800 lebih orang untuk dibandingkan berdasarkan etnis atau suku bangsanya. Mereka melakukan penelitian ini secara teliti dan spesifik dengan memperhitungkan berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh dan juga gaya hidup.
Ternyata hasil dari penelitian ini memang cukup mengagetkan. Bagaimana tidak, kalau ternyata diketahui bahwa etnis Cina dan Asia Selatan rata-rata memiliki massa lemak tubuh yang lebih tinggi dibandingkan etnis bangsa Eropa dan Aborigin. Dengan kata lain, orang-orang bangsa timur ternyata lebih banyak menyimpan lemak di tubuhnya dibandingkan bangsa barat.
Hasil analisa tersebut otomatis juga menempatkan bangsa Asia sebagai bangsa yang berisiko tinggi untuk terserang penyakit-penyakit seperti jantung koroner, stroke, tekanan darah tinggi, diabetes dan komplikasi-komplikasi yang lain. Dan tentunya, yang paling nyata dan pastinya paling dikeluhkan oleh penggemar fitness adalah, orang-orang Asia atau keturunan Asia jadi sangat sulit untuk memahat otot sixpack yang tajam dan sempurna di perutnya. Kenyataan yang memilukan, bukan?
Fakta inilah yang nampaknya menjadi alasan mengapa orang-orang Asia tidak dapat secepat dan semudah bangsa lainnya seperti Eropa atau Afrika dalam membentuk tubuh atletis yang kering nan berisi. Menurut Scott, faktor genetiklah yang menjadi kemungkinan utama penyebabnya, tetapi penelitian lebih lanjut dan lebih canggih perlu dilakukan untuk memastikan kesimpulan tersebut. Susah bukan berarti tidak mungkin bagi Anda yang keturunan Asia untuk memiliki 6 kotak otot di perut. Yang perlu Anda lakukan ialah menjaga pola makan dengan menghindari semua yang berlemak agar tidak menutupi otot di perut dan memilih yang berprotein tinggi agar otot di perut Anda semakin kuat. Tidak dipungkiri memang kalau semua makanan yang berlemak selalu enak, tetapi inilah inti dari program pembentukan sixpack Anda, yaitu melawan nafsu diri sendiri terhadap yang enak. Untuk memicu pembakaran lemak lebih optimal, Anda memerlukan usaha ekstra keras. Tidak ada salahnya Anda menggunakan nutrisi khusus yang dapat membantu Anda. Kehadiran L-Carnitine di dunia suplemen memang sudah cukup banyak diketahui orang, namun masih banyak juga yang meragukan perannya sebagai pahlawan pembasmi lemak. Hal tersebut memang kita maklumi mengingat beberapa tahun terakhir ini penelitian yang membuktikan keampuhan L-Carnitine memang tidak banyak terlalu terdengar. Stephen Francis seorang ilmuwan Inggris dari University of Nottingham yang bersama tim khususnya selalu meneliti L-Carnitine, dari uji klinis terhadap tujuh orang pria sehat selama 2 minggu dibuktikan bahwa L-Carnitine memang secara ilmiah dapat “menggiring” lemak yang ada di sekitar otot untuk dimanfaatkan menjadi energi. Kemampuan L-Carnitine dalam menjadikan lemak sebagai bahan bakar ini terbukti dapat terjadi kapan saja, yaitu saat kita istirahat dan lebih maksimal lagi pada saat olahraga atau beraktivitas sehari-hari. Dengan dibatasinya oksidasi lemak pada tubuh, L-Carnitine secara tidak langsung ikut mencegah terjadinya obesitas dan timbulnya penyakit-penyakit biangnya lemak seperti diabetes dan jantung koroner. Dengan kombinasi kardio yang rutin, intensitas latihan perut yang tinggi, pola makan tinggi protein dan rendah lemak yang terkontrol serta dibantu dengan kesaktian L-Carnitine dalam membakar lemak yang tersimpan dalam tubuh, maka tak peduli apapun etnis atau suku bangsa Anda, otot sixpack nan tajam dan tubuh atletis nan kering pun dapat Anda miliki! Sixpack abs belongs to everybody, including you!

